Peranan
Kepala Sekolah dan Profesional Guru
Terhadap
Hasil Belajar Siswa SMK Islam Nurul Ikhwan Sukabumi
Rizal Zaelani
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi PGRI Sukabumi
Abstrak
Keberhasilan
hasil belajar siswa kelas XII di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK Islam Nurul
Ikhwan) didukung dan dipengaruhi oleh dua faktor eksternal maupun faktor internal siswa. Dari dua faktor tersebut salah satunya
adalah faktor Kepala Sekolah
dan Profesional guru, dari dua faktor itu sangat menentukan terhadap
peningkatan prestasi belajar siswa kelas XII di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK
Islam Nurul Ikhwan).
Peranan
Kepala sekolah dan Profesional guru mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
pencapaian hasil belajar siswa kelas XII di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK Islam
Nurul Ikhwan).
Penelitian ini dipusatkan pada tingkat pengaruh
peranan Kepala sekolah
dan Profesional guru terhadap hasil belajar siswa kelas XII
di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK Islam Nurul Ikhwan Sukabumi) tahun 2016-2017
di Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi.
Ada tiga masalah yang
diangkat dalam penelitian ini yaitu :
1.
Seberapa besar
pengaruh peranan Kepala
Sekolah terhadap hasil
belajar siswa kelas
XII di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK Islam Nurul Ikhwan).
2.
Seberapa besar pengaruh Profesional
guru terhadap hasil belajar siswa kelas XII di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK
Islam Nurul Ikhwan).
3. Seberapa besar secara
bersama pengaruh peranan
kepala sekolah dan Profesional
guru mengajar terhadap hasil belajar siswa.
Penelitian
ini menggunakan metode diskriptif dan pendekatan kwantitatif, data terkumpul
melalui angket diolah melibatkan perhitungan statistik secara manual dengan
mempergunakan rumus korelasi Sperman Rank, hasil pengelolaan data selanjutnya ditafsirkan sesuai dengan
masalah dan tujuan penelitian. Setelah disusun hipotesis yang diajukan dalam
penelitian hampir seluruhnya diterima dan didukung oleh data empirik sehingga
dapat ditafsirkan sebagai berikut :
- Peranan
Kepala Sekolah memiliki
pengaruh yang signifikan yaitu 46 % terhadap prestasi
belajar siswa kelas XII di
Sekolah Menegah Kejuruan (SMK Islam Nurul Ikhwan).
- Profesional guru sangat berpengaruh
yang signifikan yaitu 53 % terhadap hasil nilai belajar
siswa
kelas XII di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK Islam Nurul Ikhwan).
- Peranan Kepala Sekolah dan Profesional
guru secara bersama-sma memiliki
pengaruh
yang kuat Yaitu 67 % terhadap prestasi belajar siswa kelas XII tahun ajaran 2016-2017.
yang kuat Yaitu 67 % terhadap prestasi belajar siswa kelas XII tahun ajaran 2016-2017.
Dari rekomendasi
hasil penelitian ini, kepada semua pihak untuk menindaklanjuti hasil penelitian
ini, untuk penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengadakan penelitian
dengan pendekatan dan metode yang berbeda. Di samping itu, dianjurkan untuk menindak
lanjuti hasil-hasil penelitian ini dengan ruang lingkup dan sampel penelitian yang lebih luas.
Kata Kunci : Peranan Kepala Sekolah, Profesional Guru,
Hasil Belajar Siswa.
I. PENDAHULUAN
Dalam pengembangan sumber daya
manusia merupakan pengaruh sangat
penting bagi kesuksesan dan kesinambungan pembangunan oleh karena itu pembangunan dan peningkatan kualitas
sumber
daya
manusia mutlak diperlukan. Dalam konteks pembangunan sumber daya
manusia
pendidikan pada
dasarnya merupakan proses mencerdaskan kehidupan
bangsa dan pengembangan manusia
Indonesia seutuhnya, dijelaskan dalam Sisdiknas pasal 3 Bab 3
(2003.5): “Bahwa pendidikan nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk wadah serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beiman dan bertakwa terhadap
Tuhan Yang Maha Esa
berakhlak mulia sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara
yang demokratis dan bertanggung jawab”. Melihat dari pentingnya pendidikan dalam
mencerdaskan kehidupan berbangsa, bernegara, selain faktor Kepala
Sekolah yang cukup memegang pengaruh penting dalam pencapaian prestasi belajar
siswa, juga profesional mengajar guru.
Pentingnya Profesional mengajar dalam
meningkatkan prestasi belajar siswa
yang optimal, merupakan salah satu kekuatan
eksternal yang dapat digunakan oleh seorang guru untuk melaksanakan pengaruhnya
dalam mengajar.
Melihat hasil nilai belajar merupakan prestasi
belajar peserta didik secara keseluruhan yang menjadi derajat
kemampuan dalam perubahan prilaku
diantaranya hasil belajar siswa yang
memadai.
Dari uraian tersebut kenyataan yang ditemukan
dilapangan yaitu di Sekolah Menengah Kejuruan Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi
belum diterapkan sepenuhnya yang diuraikan diatas tersebut,
terbukti penulis masih menemukan hal-hal sebagai berikut :
1. Peran Kepala
Sekolah SMK Islam Nurul Ikhwan kurang
optimal dalam melaksanakan
kepemimpinannya sebagai Edukator, Manager,
Administrasi, Leader, Inovator, dan Motivator terhadap prestasi siswa.
2. Profesional mengajar
guru belum dapat melaksanakan
secara optimal dalam merencanakan program pembelajaran, dan melaksanakan
evaluasi hasil pembelajaran terhadap peserta didik.
3. Nilai
hasil belajar siswa kurang
optimal setiap tahunnya.
A. Identifikasi Masalah
1) Seberapa
tinggi
pengaruh
kepemimpinan
kepala
sekolah terhadap prestasi hasil belajar siswa kelas XII Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK).
2) Seberapa
tinggi
pengaruh
profesional
mengajar
guru
terhadap hasil belajar
siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
3) Adakah pengaruh
kepemimpinan kepala sekolah
dan XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
B. Tujuan Penelitian
1) Untuk mengetahui pengaruh
kepemimpinan kepala sekolah terhadap
hasil belajar siswa kelas
XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
2) Untuk mengetahui pengaruh Profesional mengajar guru terhadap hasil belajar siswa
kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
3) Untuk mengetahui hubungan kepemimpinan kepala sekolah dan profesional mengajar guru terhadap prestasi hasil belajar siswa
kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
C. Hipotesis
Hipotesis merupakan
jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah
penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, hal ini Pengertian
Hipotesis Penelitian Menurut Sugiyono (2009: 96). Dikatakan sementara karena
jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori. Hipotesis dirumuskan atas
dasar kerangka pikir yang merupakan jawaban sementara atas masalah yang
dirumuskan.
Ujian hipotesis adalah
sebagai berikut :
1) Terdapat
hubungan yang signifikan peran kepala sekolah terhadap nilai hasil belajar siswa.
2) Terdapat hubungan
yang signifikan kinerja
mengajar guru Sekolah Dasar
terhadap prestasi
belajar siswa.
3) Terdapat hubungan
yang signifikan kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa.
II. KAJIAN PUSTAKA
A. Konsep Kepemimpinan
Ragam Istilah kepemimpinan banyak sekali
dimunculkan (dikemukakan) oleh para ahli baik secara umum maupun secara khusus.
Kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi prestasi
kerja organisasi, karena kepemimpinan merupakan aktivitas utama dimana tujuan
organisasi dapat dicapai.
B. Kepemimpinan Kepala Sekolah
Dalam hal Kepala Sekolah merupakan suatu faktor
yang terpenting dalam proses pencapaian, keberhasilan sekolah dalam pencapaian
tujuannya.
Dengan demikian Kepala
Sekolah sangat diharapkan pengaruhnya untuk
mengendalikan agar pendidikan berjalan sesuai harapan
semua pihak. Dalam
menjalankan kepemimpinannya Kepala Sekolah tergantung kepada guru karena
guru merupakan ujung tombak pelaksanaan pendidikan.
• Peranan Kepala Sekolah
Dalam penelitian ini yang dibahas lebih rinci
pengaruh kepala sekolah (Mulyasa.2003.98) adalah
sebagai berikut:
1.
|
a.
Sebagai Edukator (pendidik)
|
2.
|
b.
Sebagai Manajer
|
3.
|
c.
Sebagai Administrator
|
4.
|
d.
Sebagai Supervisor
|
5.
|
e.
Sebagai Leader
|
6.
|
f.
Sebagai Inovator
|
7.
|
g.
Sebagai Motivator.
|
C. Profesional Guru
• Konsep Profesional Guru
Berdasarkan KBBI (Kamus
Besar Bahasa Indonesia), guru memiliki arti orang yang pekerjaannya (mata
pencahariannya, profesinya) mengajar. Profesional memliki arti memerlukan kepandaian khusus untuk
menjalankannya.
Dengan demikian guru
profesional adalah guru yang melaksanakan tugas keguruan dengan kemampuan
tinggi (profesiens) sebagai sumber kehidupan.Atau dengan kata lain
guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik,serta
memiliki pengalaman di bidangnya.
Menurut Riced dan
Bishoprick, guru profesional adalah guru yang mampu mengelola dirinya sendiri dalam
melaksanakan tugasnya sehari-hari. Profesional guru dalam mengajar berdasarkan pendapat
tersebut di pandang sebagai satu proses yang bergerak dari ketidaktahuan
(ignorance) menjadi tahu dari ketidak matangan (imunity) menjadi
matang, dari di arahkan orang lain (other-directedness) menjadi
mengarahkan sendiri.
D. Prestasi Belajar Siswa
• Hakekat
Belajar
Belajar pada hakekatnya merupakan usaha sadar
yang dilakukan individu untuk memenuhi kebutuhannya.
Setiap kegiatan belajar yang dilakukan mahasiswa akan menghasilkan
perubahan- perubahan dalam dirinya. Yang oleh Bloom dan kawan-kawan dikelompokan kedalam
kawasan kognitif, afektif dan psikomotor.
Prestasi belajar adalah
hasil yang dicapai oleh siswa setelah belajar dengan
waktu tertentu, dalam hal ini setiap akhir semester. Dalam Mulyasa (2004.170) hasil
belajar merupakan prestasi
belajar peserta didik secara keseluruhan yang menjadi indikator
kompetensi dan derajat perubahan prilaku.
III.
METODE
PENELITIAN
A.
Metode Penelitian
Dalam penelitian ini Metode yang digunakan
dalam penelitian adalah Metode Deskriptif Kuantitatif yang bertujuan untuk
menjabarkan, menguraikan, dan menafsirkan kondisi peristiwa yang
sedang terjadi dalam
konteks permasalahan yang
ada di lapangan.
Seperti dalam buku (Suharsimi Ari Kunto (2002.10)
Metode Deskriptif Kuantitatif bertujuan untuk mengumpulkan data penelitian, menafsirkan data
penelitian, menampilkan hasil penelitian, menggunakan angka dalam penelitian.
B. Lokasi dan Objek Penelitin
1)
Lokasi Penelitian
-
Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) Islam Nurul Ikhwan Kec. Sukabumi Kab.
Sukabumi.
2) Objek Penelitian
- Kepala Sekolah
SMK Islam Nurul Ikhwan
-
Guru kelas XII
SMK Islam Nurul Ikhwan
- Siswa kelas
XII SMK
Islam Nurul Ikhwan
C.
Teknik
Pengumpulan Data
1) Angket
ΓΌ Angket digunakan
untuk
mengumpulkan
data
tentang informasi kepemimpinan kepala sekolah sebagai edukator, sebagai
manager, sebagai administrator,
sebagai supervisor, sebagai leader, sebagai inovator
dan sebagai motivator.
Dalam meningkatkan prestasi belajar
siswa
kelas XII SMK Islam Nurul
Ikhwan.
ΓΌ Angket digunakan untuk
mengumpulkan data tentang informasi Profesional
Guru mengajar guru kelas XII SMK
Islam Nurul Ikhwan dalam merencanakan pengajaran, melaksanakan program pengajaran
dan mengevaluasi hasil pengajaran.
2) Dokumentasi
Dokumentasi
digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar
siswa, diambil dari nilai rata-rata
raport setiap siswa kelas XII SMK Islam Nurul Ikhwan.
IV. HASIL
DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
Dari hasil perhitungan melalui angket penelitian
menunjukan bahwa aspek-aspek peran kepemimpinan kepala sekolah mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Dari hubungan variable
tersebut ditunjukan pula oleh koefisien korelasi
® sebesar 0,68 dengan tingkat korelasi signifikan dan KP = 46 %.
Dari hasil perhitungan melalui angket menunjukan
bahwa aspek profesional guru mempunyai pengaruh yang signifikan, keterhubungan
antara variable tersebut ditunjukan oleh koefisien korelasi ® sebesar
0,73. adapun koefisien
korelasi sebesar (KP) sebesar 53 %
Hasil perhitungan diatas menunjukan bahwa variable
peranan kepala sekolah dan profesional guru
secara sendiri-sendiri dan bersama-sama mempunyai pengaruh yang positif dan
signifikan terhadap hasil belajar siswa, dengan koefisien korelasi multiple ®
sebesar 0,82 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 67%. Hal
ini berarti secara bersama-sama pengaruh peran kepala sekolah dan profesional mengajar guru kelas XII SMK Islam Nurul Ikhwan turut menentukan prestasi
belajar siswa XII SMK Islam Nurul Ikhwan kepala sekolah dan profesional mengajar guru terhadap hasil belajar siswa kelas XII SMK Islam Nurul
Ikhwan.
Maka tesnya = 16,2 pada tk 95%, db = 2, n = 19, k = 2, maka diperoleh ttabel (2,16) dan F
tabelnya = 2 sebagai angka pembilang
dan 16 sebagai angka penyebut
sehingga F tabelnya 3,63.
F hitungnya lebih besar dari F table atau 16,2 > 3,63. dengan demikian
terdapat hubungan yang signifikan antara Peran
kepala sekolah dan profesional
mengajar guru terhadap hasil
belajar siswa kelas
XII SMK Islam Nurul Ikhwan.
Hasil pengujian empiris statistic dari ketiga hipotesis
diatas dapat dilihat pada
tabel sebagai berikut :
No
|
Hipotesis
|
r
|
Uji Signifikasi
|
KP
|
Ket
|
|
terhitung
|
t tabel
|
|||||
1.
|
Peranan Kepala Sekolah SMK
signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XII SMK
|
0,68
|
3,81
|
2,11
|
46%
|
Diterima
|
2.
|
Pengaruh Profesional Guru
Kelas XII SMK signifikan dengan hasil belajar siswa
|
0,73
|
4,39
|
2,11
|
53%
|
Diterima
|
3.
|
Peranan Kepala Sekolah dan
Profesional Guru SMK signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XII SMK
|
0,82
|
16,2
|
3,63
|
67%
|
Diterima
|
III.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan pada data hasil penelitian empiris
statistik yang mengacu pada hipotesis yang diajukan maka dapat disimpulkan
bahwa:
1. Peran Kepala Sekolah
SMK memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas XII SMK Islam Nurul Ikhwan.
2. Profesional mengajar guru memiliki
pengaruh
yang
signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XII SMK Islam Nurul Ikhwan.
3. Hasil belajar siswa
kelas XII SMK Islam Nurul
Ikhwan tidak hanya dipengaruhi
oleh kedua faktor tersebut yaitu Peran kepala sekolah dan profesional guru,
tetapi juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak menjadi
objek penelitian ini.
B. Saran
Setelah melihat hasil penelitian empiris hasil uji
statistik yang disimpulkan diatas dapat dikemukakan saran-saran sebagai
berikut :
1. Harus dapat mengupayakan lebih meningkatkan kerjasama kepala sekolah
dan guru untuk meningkatkan hasil
belajar siswa.
2. Dalam menunjang kegiatan belajar mengajar perlu adanya
fasilitas
dan
sarana
prasana yang cukup memadai maka akan
menunjang keberhasilan prestasi / hasil belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Chaedar, Alwasilah. 2002. Pokoknya
Kualitatif. Pustaka Jaya
Dedi, Supriyadi. 2002. Dasar-dasar Merancang dan Melakukan
Penelitian Kualitatif . Pustaka Jaya
Depiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka: Jakarta, 2005.
Kartini
– Kartono. 2003 Pemimpin dan
Kepemimpinan, Apakah Pemimpi Abnormal Itu. disi Baru Raja Grafindo Persada Jakarta
Karyadi,
1989.
Kepemimpinan. Bandung, Karya Nusantara
Subino, 1982. Bimbingan
Skripsi. ABA
YAPARI Bandung
Suharsimi, Ari Kunto. 2002. Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi V. Rineka Cipta.
Undang-undang Republik
Indonesia No. 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
Wadjo, Sumidjo, 2002. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan
Teoritik dan Permasalahannya. Raja Grafindo Persada Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar