Minggu, 22 Oktober 2017

ARTIKEL SIM (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN)

BERIKUT ADALAH beberapa ARTIKEL DARI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
1.Pengantar
Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.
Tujuan Umum
  • Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
  • Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
  • Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).
Proses Manajemen
Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:
  • Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
  • Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.
Bagian
SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:
  • Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan.
  • Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
  • Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).
  • Sistem informasi personalia (personal information systems).
  • Sistem informasi distribusi (distribution information systems).
  • Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).
  • Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
  • Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).
  • Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems).
  • Sistem informasi analisis software
  • Sistem informasi teknik (engineering information systems).
2. Pengantar dan Konsep Dasar SIM
Apa yang dimaksud dengan informasi?
n  Informasi merupakan fakta, kejadian, statistik atau bentuk data lainnya yang dapat dipahami dan mempunyai arti, bernilai atau bermanfaat bagi seseorang untuk keperluan/pekerjaan tertentu.
n  Data pada umumnya harus diolah terlebih dahulu sehingga menjadi informasi yang dapat dipahami dan bermanfaat atau lebih bermanfaat.
Data, Information & Knowledge
n  Data merupakan deskripsi dasar akan suatu, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang dicatat, diklasifikasikan, dan disimpan tanpa suatu pengorganisasian sebelumnya.
n  Knowledge (pengetahuan) terdiri dari data dan/ atau informasi yang telah diorganisasikan dan diproses sehingga memberi pemahaman, pengalaman, pembelajaran, dan keahlian tertentu yang dapat diaplikasikan pada masalah bisnis yang dihadapi.
Informasi dalam Proses Bisnis Industri Manufaktur
Apa yang dimaksud dengan Teknologi Informasi?
n  Teknologi Informasi
n  berbagai teknologi (utamanya computer-based tool) yang digunakan manusia untuk bekerja dengan informasi dan mendukung pemenuhan kebutuhan informasi dan pemrosesan informasi suatu organisasi
n  Istilah umum yang menunjukkan berbagai teknologi yang membantu pengumpulan, penyimpanan, manipulasi/analisis, produksi, komunikasi, dan penyebaran informasi.
Mencapai kesuksesan bisnis melalui Teknologi Informasi
n  People menggunakan information technology untuk bekerja dengan information
n  Teknologi informasi merupakan faktor penting dalam kesuksesan dan inovasi bisnis
3. Sistem Informasi dan dukungannya pada bisnis
Sistem Informasi (SI) dan Dukungan SI dalam Bisnis
n  Informasi  merupakan fakta, kejadian, statistik atau bentuk data lainnya yang dapat dipahami dan mempunyai arti, bernilai atau bermanfaat bagi seseorang untuk keperluan/pekerjaan tertentu.
n  Data pada umumnya harus diolah terlebih dahulu sehingga menjadi informasi yang dapat dipahami dan bermanfaat atau lebih bermanfaat.
n  Teknologi Informasi (Information technology/IT)
n  berbagai teknologi (utamanya computer-based tool) yang digunakan manusia untuk bekerja dengan informasi dan mendukung pemenuhan kebutuhan informasi dan pemrosesan informasi suatu organisasi
n  Istilah umum yang menunjukkan berbagai teknologi yang membantu pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi/analisis), serta komunikasi dan penyebaran informasi.
Sistem Informasi
n  Sistem informasi merupakan suatu sistem yang menerima data dan input lainnya dan memprosesnya menjadi informasi sebagai output
n  Suatu sistem infomasi mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan menyebarkan informasi untuk suatu tujuan tertentu.
n  Sistem Informasi adalah sekumpulan elemen yang saling berhubungan (terintegrasi), yang mengumpulkan (atau mendapatkan), menyimpan, memproses, dan menyebarkan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan tujuan lain, baik orang maupun organisasi.
n  Komponen sistem informasi:
n  Infrastruktur (teknologi informasi)
n  SDM
n  Prosedur
n  Secara teori, sistem informasi dapat berupa lembaran kertas
n  Dalam bahasan perkuliahan ini difokuskan pada sistem informasi berbasis komputer (Computer-Based Information Systems/CBIS)
Computer Based Information System (CBIS)
n  Sistem informasi yang menggunakan teknologi komputer untuk melaksanakan satu atau seluruh tugasnya.
n  Komponen CBIS:
n  Infrastruktur; Teknologi komputer
n  Hardware
n  Software
n  Database system
n  Computer network system
n  SDM
n  Prosedur
Tekanan Bisnis, Respon Organisasi, dan Dukungan Teknologi Informasi
n  Lingkungan bisnis merupakan kombinasi dari faktor sosial, legal, ekonomi, teknologi, dan politik yang mempengaruhi aktivitas bisnis
n  Perubahan siginifikan pada faktor-faktor tersebut dapat menciptakan tekanan bisnis kepada organisasi
n  Tiga macam tekanan bisnis yang dihadapi adalah tekanan  pasar (market), teknolog, dan sosial.
Respon Organisasi
n  Sistem Strategis; memungkinkan organisasi meningkatkan pangsa pasar (market share) dan/atau profit.
n  Fokus pada konsumen; memungkinkan organisasi memberikan pelayanan konsumen yang sangat baik dan mencegah berpindahnya konsumen ke kompetitor.
n  Sistem “membuat berdasarkan pesanan” (Make-to-Order); merupakan strategi untuk memproduksi produk dan layanan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan konsumen
n  Mass Customization; berproduksi dalam jumlah besar, tetapi tetap memungkinkan customizing (penyesuaian) dengan keinginan setiap konsumen
n  E-business dan E-commerce; strategi untuk menjalankan bisnis secara elektronik
4.TELEKOMUNIKASI , INTERNET, DAN E – BUSSINESS
Telekomunikasi dan Sistem Jaringan
Jaringan komputer – dua atau lebih sistem komputer yang saling terhubung dengan menggunakan kabel atau gelombang radio dalam suatu area geografis tertentu
Jaringan komputer yang tidak menggunakan kabel fisik disebut wireless
Manfaat Jaringan Komputer:
Kemampuan berkomunikasi dan berbagi
Menyimpan berbagai informasi pada suatu lokasi dalam jaringan dan kemampuan mengaksesnya
Memungkinkan orang berbagi informasi dan ide secara mudah
Mengkombinasikan kemampuan berbagai peralatan sebagai media kolaborasi untuk menggabungkan kemampuan orang-orang yang berbeda tanpa batasan lokasi
Kemampuan berkomunikasi dan berbagi
Menyimpan berbagai informasi pada suatu lokasi dalam jaringan dan kemampuan mengaksesnya
Memungkinkan orang berbagi informasi dan ide secara mudah
Mengkombinasikan kemampuan berbagai peralatan sebagai media kolaborasi untuk menggabungkan kemampuan orang-orang yang berbeda tanpa batasan lokasi
Internet
Definisi:
Suatu jaringan yang terbentuk dari jutaan jaringan pribadi yang lebih kecil yang masing-masing dapat bekerja independen maupun secara bersama dalam jaringan.
Jaringan yang menghubungkan jutaan komputer dan pribadi di seluruh dunia.
Intranet
Definisi:
Jaringan di dalam suatu organisasi yang menggunakan teknologi Internet untuk menyediakan lingkungan dan kemampuan Internet di dalam perusahaan untuk sharing informasi, komunikasi, kolaborasi, dan mendukung proses bisnis
Extranet
Definisi:
Hubungan jaringan yang menggunakan teknologi Internet untuk saling menghubungkan intranet suatu bisnis dengan intranet dari pelanggan, suppliers, atau business partners lainnya
Apa itu E-business?
Penggunaan teknologi Internet
Untuk bekerja dan membantu proses bisnis, electronic commerce (e-commerce), dan kolaborasi perusahaan
Di dalam suatu perusahaan dan dengan customer, supplier, dan business stakeholder lainnya.
Pada prinsipnya merupakan pertukaran nilai/manfaat secara online
Tujuh alasan utama membeli secara online:
  1. Menghemat waktu dengan tidak pergi ke pasar/toko
  2. Dapat berbelanja saat toko tutup (available 24/7)
  3. Menghindari keramaian dan kekacauan
  4. Kemungkinan menemukan harga yang lebih baik
  5. Dapat menemukan produk secara lebih mudah
  6. Dapat menemukan produk yang tidak tersedia di toko
  7. Lebih mudah membandingkan harga
5. Sistem Informasi:
Macam dan Aplikasinya
Computer based information system (CBIS)
n  Suatu kombinasi yang terorganisir dari
n  Hardware; sekumpulan perangkat keras
n  Software; sekumpulan perangkat lunak
n  Data; sumber atau kumpulan data
n  Network; sistem jaringan
n  Policies and procedures;
sekumpulan kebijakan, posedur dan instruksi
n  People; orang-orang yang bekerja
n  Yang mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan menyebarkan informasi di dalam organisasi
Lima fungsi dasar teknologi dan sistem informasi (apa yang dilakukan)
  1. Capture (menangkap)
  • Mendapatkan informasi pada titik asalnya/terjadinya
  1. Cradle (menyangga)
  • Menyimpan informasi
  1. Create (menciptakan)
  • Memproses untuk mendapatkan sesuatu yang baru
  1. Convey (menyampaikan)
  • Menyajikan informasi dalam bentuk yang bermanfaat
  1. Communicate (mengkomunikasikan)
  • Mengirimnya kepada orang lain
Sistem pendukung operasi (Operations support systems)
n  Definisi
Sistem informasi yang memproses data yang dimunculkan dan digunakan dalam operasi bisnis
n  Tujuannya adalah memproses transaksi bisnis secara efisien, mengontrol proses industri, mendukung komunikasi dan kolaborasi perusahaan, dan memperbaharui basis data perusahaan
Macam-macam Operations Support Systems
n  Transaction Processing Systems (TPS)
n  Merekam dan memproses data dari transaksi bisnis
n  Contoh:  pencatatan penjualan, sistem inventori, sistem akuntansi
n  Process Control Systems
n  Memonitor dan mengontrol proses-proses fisik produksi
n  Contoh:  dalam sistem penyulingan minyak digunakan sensor untuk memonitor proses kimiawi yang terjadi
n  Enterprise Collaboration Systems
n  Meningkatkan komunikasi tim maupun kelompok kerja
n  Contoh:  e-mail, videoconferencing
Sistem Pendukung Manajemen (Management Support Systems)
n  Definisi
Sistem informasi yang berfokus pada penyediaan informasi dan mendukung pengambilan keputusan yang efektif oleh para manajer
Macam-macam Management Support Systems
n  Sistem Informasi Manajemen (Management Information Systems/MIS)
Sistem informasi untuk fungsi manajerial
n  Menyediakan informasi dalam bentuk laporan dan tampilan yang telah ditentukan untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis (O’Brien, 2004)
n  Menyediakan informasi rutin untuk aktivitas perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian (pengambilan keputusan) dalam area fungsional. (Turban, 2004)
n  Mendukung level manajemen
n  Contoh:  laporan analisis penjualan harian, laporan produksi
n  Decision Support Systems (DSS)
n  Menyediakan sistem interaktif yang bersifat sementara untuk mendukung pengambilan keputusan
n  Mengkombinasikan model analitis dan database untuk menyelesaikan permasalahan
n  Membantu pengambil keputusan atau manajer
n  Contoh:  Prediksi hasil untuk menentukan pengalokasian anggaran iklan
n  Executive Information Systems (EIS)
n  Menyediakan informasi penting bagi eksekutif dan manajer
n  Contoh:  akses informasi mengenai tindakan kompetitor

6.  MANAJEMEN DATA
Manajemen Data
Saat ini, perusahaan bisnis tidak dapat bertahan maupun sukses tanpa data yang berkualitas mengenai operasi internal maupun lingkungan eksternal mereka.
Organisasi modern menyadari bahwa mengelola data dengan baik seperti halnya mereka mengelola aset berharga lainnya merupakan kunci sukses yang penting dalam pasar saat ini.
Manajemen data
Definisi:
Aktivitas manajerial yang menggunakan teknologi sistem informasi dalam menjalankan tugas pengelolaan data organisasi untuk memenuhi kebutuhan informasi semua stakeholder bisnis mereka.
Permasalahan dengan pemrosesan data tradisional:
Pengulangan Data – pengulangan data membutuhkan pemutakhiran (update) pada semua file data tersebut yang disimpan
Kesulitan Integrasi Data – data yang disimpan dalam file yang terpisah yang membutuhkan program output khusus menyebabkan kesulitan dalam sistem pelaporan ad hoc
Ketergantungan Data – suatu program umumnya menginformasikan bagaimana data disimpan sehingga perubahan format penyimpanan membutuhkan perubahan program juga
Pendekatan Database Management System (DBMS)
Definisi:
Mengkonsolidasikan pencatatan data ke dalam satu database yang dapat diakses dengan berbagai program aplikasi yang berbeda.
Software interface antara users dan databases
Data disimpan satu kali, dan terpisah dari program aplikasi
Database Application Programs
Fungsi:
Membuat dan memproses forms
Membuat dan mengirimkan queries
Membuat dan memproses reports
Mengeksekusi logika aplikasi
Mengontrol aplikasi
Macam-macam Database
Operational – menyimpan data yang detail yang dibutuhkan untuk mendukung proses bisnis dan operasi perusahaan
Distributed – database yang di ulang dan didistribusikan secara keseluruhan ataupun sebagian ke server jaringan pada berbagai lokasi
External – berisi banyak sekali informasi yang tersedia dari layanan online komersial maupun dari berbagai sumber dalam World Wide Web
Data Warehouse
Definisi:
Database  berukuran besar yang menyimpan data yang telah disarikan/disaring (extracted) dari berbagai operational, external, dan database lain dalam organisasi
Data Mart
Definisi:
Database yang menyimpan kumpulan data tertentu dari sebuah data warehouse yang fokus pada aspek tertentu dalam perusahaan, misalnya satu departemen atau satu proses bisnis
Data Mining
Definisi:
Aktivitas analisis terhadap data dalam suatu data warehouse untuk mendapatkan pola dan kecenderungan yang tersembunyi dalam aktivitas bisnis masa lalu
Penggunaan Data Mining
Melakukan “market-basket analysis” untuk mengidentifikasi kumpulan produk baru.
Menemukan akar permasalahan kualitas atau permasalahan manufaktur lain.
Mencegah kekecewaan konsumen dan memperoleh konsumen baru.
Mengenali profil konsumen secara lebih akurat.
Peranan Kepala Sekolah dan Profesional Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa SMK Islam Nurul Ikhwan Sukabumi

Rizal Zaelani

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi PGRI Sukabumi



Abstrak
Keberhasilan hasil belajar siswa kelas XII di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK Islam Nurul Ikhwan) didukung dan dipengaruhi oleh dua  faktor eksternal maupun faktor internal siswa. Dari dua faktor tersebut salah satunya adalah faktor Kepala Sekolah dan Profesional guru, dari dua faktor itu sangat menentukan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa kelas XII di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK Islam Nurul Ikhwan).
Peranan Kepala sekolah dan Profesional guru mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pencapaian hasil belajar siswa kelas XII di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK Islam Nurul Ikhwan).
Penelitian ini dipusatkan pada tingkat pengaruh peranan  Kepala sekolah dan Profesional guru terhadap hasil belajar siswa kelas XII di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK Islam Nurul Ikhwan Sukabumi) tahun 2016-2017 di Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi.
Ada tiga masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu :
1.         Seberapa besar pengaruh peranan Kepala Sekolah terhadap hasil belajar siswa kelas XII di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK Islam Nurul Ikhwan).
2.         Seberapa besar pengaruh Profesional guru terhadap hasil belajar siswa kelas XII di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK Islam Nurul Ikhwan).
3.    Seberapa besar secara bersama pengaruh peranan kepala sekolah dan Profesional guru mengajar terhadap hasil belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan metode diskriptif dan pendekatan kwantitatif, data terkumpul melalui angket diolah melibatkan perhitungan statistik secara manual dengan mempergunakan rumus korelasi Sperman Rank, hasil pengelolaan data selanjutnya ditafsirkan sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Setelah disusun hipotesis yang diajukan dalam penelitian hampir seluruhnya diterima dan didukung oleh data empirik sehingga dapat ditafsirkan sebagai berikut :
-      Peranan Kepala Sekolah memiliki pengaruh yang signifikan yaitu 46 % terhadap prestasi belajar siswa kelas XII di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK Islam Nurul Ikhwan).
-      Profesional guru sangat berpengaruh yang signifikan yaitu 53 % terhadap hasil nilai belajar  
        siswa kelas XII di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK Islam Nurul Ikhwan).
-      Peranan Kepala Sekolah dan Profesional guru secara bersama-sma memiliki pengaruh 
       yang  kuat Yaitu 67 % terhadap prestasi belajar siswa kelas XII tahun ajaran 2016-2017.
Dari rekomendasi hasil penelitian ini, kepada semua pihak untuk menindaklanjuti hasil penelitian ini, untuk penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengadakan penelitian dengan pendekatan dan metode yang berbeda. Di samping itu, dianjurkan untuk menindak lanjuti hasil-hasil penelitian ini dengan ruang lingkup dan sampel penelitian yang lebih luas.


Kata Kunci  : Peranan Kepala Sekolah, Profesional Guru, Hasil Belajar Siswa.





I.      PENDAHULUAN
Dalam pengembangan sumber daya manusia merupakan pengaruh sangat penting bagi kesuksesan dan kesinambungan pembangunan oleh karena itu pembangunan  dan  peningkatan  kualitas  sumber  daya manusia mutlak diperlukan. Dalam konteks pembangunan sumber   daya   manusia   pendidikan   pada   dasarnya merupakan proses mencerdaskan kehidupan bangsa dan pengembangan manusia Indonesia seutuhnya, dijelaskan dalam Sisdiknas pasal 3 Bab 3 (2003.5):   “Bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk wadah serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beiman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. Melihat dari pentingnya pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa, bernegara, selain faktor Kepala Sekolah yang cukup memegang pengaruh penting dalam pencapaian prestasi belajar siswa, juga profesional mengajar guru.
Pentingnya Profesional mengajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang optimal, merupakan salah satu kekuatan eksternal yang dapat digunakan oleh seorang guru untuk melaksanakan pengaruhnya dalam mengajar.
Melihat hasil nilai belajar merupakan prestasi belajar peserta didik secara keseluruhan yang menjadi derajat kemampuan dalam perubahan prilaku diantaranya hasil belajar siswa yang memadai.
Dari uraian tersebut kenyataan yang ditemukan dilapangan yaitu di Sekolah Menengah Kejuruan Kecamatan Sukabumi Kabupaten    Sukabumi    belum    diterapkan    sepenuhnya yang diuraikan diatas tersebut, terbukti penulis masih menemukan hal-hal sebagai berikut :
1.   Peran   Kepala   Sekolah SMK Islam Nurul Ikhwan   kurang   optimal dalam melaksanakan kepemimpinannya sebagai Edukator, Manager, Administrasi, Leader, Inovator, dan Motivator terhadap prestasi siswa.
2.   Profesional mengajar guru belum dapat melaksanakan secara optimal dalam merencanakan program pembelajaran, dan melaksanakan evaluasi hasil pembelajaran terhadap peserta didik.
3.   Nilai hasil belajar siswa kurang optimal setiap tahunnya.


A.    Identifikasi Masalah
1)  Seberapa  tinggi  pengaruh  kepemimpinan  kepala sekolah terhadap prestasi hasil belajar siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
2)  Seberapa  tinggi  pengaruh  profesional  mengajar  guru terhadap hasil belajar siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
3)  Adakah pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

B.     Tujuan Penelitian
1)  Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap hasil belajar siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
2)  Untuk   mengetahui   pengaruh Profesional mengajar guru terhadap hasil belajar siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
3)  Untuk     mengetahui     hubungan     kepemimpinan kepala sekolah dan profesional mengajar guru terhadap prestasi hasil belajar siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).



C.   Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, hal ini Pengertian Hipotesis Penelitian Menurut Sugiyono (2009: 96). Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori. Hipotesis dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang merupakan jawaban sementara atas masalah yang dirumuskan.
Ujian hipotesis adalah sebagai berikut :
1) Terdapat hubungan yang signifikan peran kepala sekolah terhadap nilai hasil belajar siswa.
2) Terdapat hubungan yang signifikan kinerja mengajar guru   Sekolah   Dasar   terhadap   prestasi   belajar siswa.
3) Terdapat hubungan yang signifikan kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa.



II.     KAJIAN PUSTAKA
 A.    Konsep Kepemimpinan
Ragam Istilah kepemimpinan banyak sekali dimunculkan (dikemukakan) oleh para ahli baik secara umum maupun secara khusus. Kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi prestasi kerja organisasi, karena kepemimpinan merupakan aktivitas utama dimana tujuan organisasi dapat dicapai.
B.    Kepemimpinan Kepala Sekolah
Dalam hal Kepala Sekolah merupakan suatu faktor yang terpenting dalam proses pencapaian, keberhasilan sekolah dalam pencapaian tujuannya.
Dengan demikian Kepala Sekolah sangat diharapkan pengaruhnya untuk mengendalikan agar pendidikan berjalan sesuai harapan semua pihak. Dalam menjalankan kepemimpinannya Kepala Sekolah tergantung kepada guru karena guru merupakan ujung tombak pelaksanaan pendidikan.

•     Peranan Kepala Sekolah
Dalam penelitian ini yang dibahas lebih rinci pengaruh kepala sekolah (Mulyasa.2003.98) adalah sebagai berikut: 
1.
a.       Sebagai Edukator (pendidik)
2.
b.      Sebagai Manajer
3.
c.       Sebagai Administrator
4.
d.      Sebagai Supervisor
5.
e.       Sebagai Leader
6.
f.        Sebagai Inovator
7.
g.      Sebagai Motivator.


  
C.    Profesional Guru
•   Konsep Profesional Guru
Berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), guru memiliki arti orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Profesional memliki arti memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya.


Dengan demikian guru profesional adalah guru yang melaksanakan tugas keguruan dengan kemampuan tinggi  (profesiens)  sebagai sumber kehidupan.Atau dengan kata lain guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik,serta memiliki pengalaman di bidangnya.
Menurut Riced dan Bishoprick, guru profesional adalah guru yang mampu mengelola dirinya sendiri dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Profesional  guru dalam mengajar berdasarkan pendapat tersebut di pandang sebagai satu proses yang bergerak dari ketidaktahuan  (ignorance) menjadi tahu dari ketidak matangan  (imunity)  menjadi matang, dari di arahkan orang lain  (other-directedness)  menjadi mengarahkan sendiri.

D.    Prestasi Belajar Siswa
•       Hakekat Belajar
Belajar pada hakekatnya merupakan usaha sadar yang dilakukan individu untuk memenuhi kebutuhannya.
Setiap kegiatan belajar yang dilakukan mahasiswa akan menghasilkan perubahan- perubahan dalam dirinya. Yang oleh Bloom dan kawan-kawan dikelompokan kedalam kawasan kognitif, afektif dan psikomotor.
Prestasi  belajar  adalah  hasil  yang  dicapai oleh siswa setelah belajar dengan waktu tertentu, dalam hal ini setiap akhir semester. Dalam Mulyasa (2004.170) hasil belajar merupakan prestasi belajar peserta didik secara keseluruhan yang menjadi indikator kompetensi dan derajat perubahan prilaku.


III.    METODE PENELITIAN
A.   Metode Penelitian
Dalam penelitian ini Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Deskriptif Kuantitatif yang bertujuan untuk menjabarkan, menguraikan, dan menafsirkan kondisi peristiwa yang sedang terjadi dalam konteks permasalahan yang ada di lapangan.
Seperti dalam buku (Suharsimi Ari Kunto (2002.10) Metode Deskriptif Kuantitatif bertujuan untuk mengumpulkan data penelitian, menafsirkan data penelitian, menampilkan hasil penelitian, menggunakan angka dalam penelitian.



B.    Lokasi dan Objek Penelitin

1)   Lokasi Penelitian
-  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam Nurul Ikhwan Kec. Sukabumi Kab. Sukabumi.
2)   Objek Penelitian
-   Kepala Sekolah SMK Islam Nurul Ikhwan
-  Guru   kelas   XISMK Islam Nurul Ikhwan 
-  Siswa  kelas  XISMK Islam Nurul Ikhwan 

    C.     Teknik Pengumpulan Data
          1)   Angket
ΓΌ Angket  digunakan  untuk  mengumpulkan  data tentang informasi kepemimpinan kepala sekolah sebagai edukator, sebagai manager, sebagai administrator, sebagai supervisor, sebagai leader, sebagai inovator dan sebagai motivator. Dalam  meningkatkan  prestasi  belajar  siswa kelas XISMK Islam Nurul Ikhwan.
ΓΌ Angket    digunakan    untuk    mengumpulkan data tentang informasi Profesional Guru mengajar guru kelas XISMK Islam Nurul Ikhwan dalam merencanakan pengajaran, melaksanakan program  pengajaran  dan mengevaluasi hasil pengajaran.

2)  Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar siswa, diambil dari nilai rata-rata raport setiap siswa kelas XISMK Islam Nurul Ikhwan.

  
IV.    HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
Dari hasil perhitungan melalui angket penelitian menunjukan bahwa aspek-aspek peran kepemimpinan kepala sekolah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Dari hubungan variable tersebut ditunjukan pula oleh koefisien korelasi ® sebesar 0,68 dengan tingkat korelasi signifikan dan KP = 46 %.
Dari hasil perhitungan melalui angket menunjukan bahwa aspek profesional guru mempunyai pengaruh yang signifikan, keterhubungan antara variable tersebut ditunjukan oleh koefisien korelasi ® sebesar 0,73. adapun koefisien korelasi sebesar (KP) sebesar 53 %
Hasil perhitungan diatas menunjukan bahwa variable peranan kepala sekolah dan profesional guru secara sendiri-sendiri dan bersama-sama mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa, dengan koefisien korelasi multiple ® sebesar 0,82 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 67%. Hal ini berarti secara bersama-sama pengaruh peran kepala sekolah dan profesional mengajar guru kelas XISMK Islam Nurul Ikhwan turut menentukan prestasi belajar siswa  XISMK Islam Nurul Ikhwan kepala sekolah dan profesional  mengajar guru terhadap hasil belajar siswa kelas XISMK Islam Nurul Ikhwan.
Maka tesnya = 16,2 pada tk 95%, db = 2, n = 19, k = 2, maka diperoleh ttabel (2,16) dan F tabelnya = 2 sebagai angka pembilang dan 16 sebagai angka penyebut   sehingga   F tabelnya   3,63.   F hitungnya lebih besar dari F table atau 16,2 > 3,63. dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara Peran kepala sekolah dan profesional mengajar guru terhadap hasil belajar siswa kelas XISMK Islam Nurul Ikhwan.




 Hasil pengujian empiris statistic dari ketiga hipotesis diatas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

No
Hipotesis
r
Uji Signifikasi
KP
Ket
terhitung
t tabel
1.
Peranan Kepala Sekolah SMK signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XII SMK
0,68
3,81
2,11
46%
Diterima
2.
Pengaruh Profesional Guru Kelas XII SMK signifikan dengan hasil belajar siswa
0,73
4,39
2,11
53%
Diterima
3.
Peranan Kepala Sekolah dan Profesional Guru SMK signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XII SMK
0,82
16,2
3,63
67%
Diterima

III.    KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
Berdasarkan pada data hasil penelitian empiris statistik yang mengacu pada hipotesis yang diajukan maka dapat disimpulkan bahwa:
1.  Peran   Kepala   Sekolah  SMK   memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas XISMK Islam Nurul Ikhwan.
2.  Profesional  mengajar  guru  memiliki  pengaruh  yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XISMK Islam Nurul Ikhwan.
3.  Hasil belajar siswa kelas XISMK Islam Nurul Ikhwan tidak hanya dipengaruhi oleh kedua faktor tersebut yaitu Peran kepala sekolah dan profesional guru, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak menjadi objek penelitian ini.


B.    Saran
Setelah   melihat   hasil penelitian empiris hasil uji statistik yang disimpulkan   diatas   dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut :
1.  Harus dapat mengupayakan  lebih  meningkatkan  kerjasama kepala sekolah dan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
2.  Dalam menunjang kegiatan belajar mengajar perlu  adanya  fasilitas  dan  sarana prasana yang  cukup memadai maka akan menunjang keberhasilan prestasi / hasil belajar siswa.







DAFTAR PUSTAKA


Chaedar, Alwasilah. 2002. Pokoknya Kualitatif. Pustaka Jaya
Dedi,  Supriyadi.  2002.  Dasar-dasar  Merancang  dan Melakukan Penelitian Kualitatif . Pustaka Jaya
Depiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka: Jakarta, 2005.
Kartini – Kartono. 2003 Pemimpin dan Kepemimpinan, Apakah Pemimpi Abnormal   Itu. disi Baru   Raja Grafindo Persada Jakarta
Karyadi,    1989.    Kepemimpinan.    Bandung,    Karya Nusantara
Subino,   1982.   Bimbingan   Skripsi ABA   YAPARI Bandung
Suharsimi, Ari Kunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi V. Rineka Cipta.
Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem      Pendidikan Nasional.
Wadjo, Sumidjo, 2002. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan      Permasalahannya. Raja Grafindo Persada Jakarta





ARTIKEL SIM (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN)

BERIKUT ADALAH beberapa ARTIKEL DARI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) 1.Pengantar Sistem Informasi Manajemen merupakan  sistem informas...